Membaca Ulang Pesisir : Kemiskinan dan Tantangan Kesejahteraan Masyarakat Buru Selatan

Foto : Yastrib Akbar Sowakil, S.Pi, M.Si


Oleh  : Yatsrib Akbar Sowakil S.Pi, M.SI

Catatannasional.Com - Masalah kemiskinan yang terjadi di daerah pedesaan di kabupaten buru Selatan merupakan hasil dari beberapa faktor antara lain: pertumbuhan penduduk, rendahnya kualitas sumberdaya manusia dan rendahnya produktivitas sehingga ini menjadi kegagalan pemerintah daerah.  Salim (2017), menyatakan kemiskinan melekat atas diri penduduk miskin, mereka miskin karena tidak memiliki asset produksi dan kemampuan untuk meningkatkan produktivitas. Mereka tidak memiliki aset produksi karena mereka miskin, akibatnya mereka terjerat dalam lingkaran kemiskinan tanpa ujung dan pangkalnya. Selain itu kemiskinan juga merupakan sebuah hubungan kausalitas yang artinya rendahnya pendapatan perkapita menyebabkan tingginya kemiskinan. Tingkat investasi perkapita yang rendah disebabkan oleh permintaan domestic perkapita yang rendah juga dan hal tersebut terjadi karena tingkat kemiskinan yang yang tinggi dan demikian seterusnya, sehingga hal itu dapat membentuk sebuah lingkaran kemiskinan sebagai bentuk adanya sebuah hubungan sebab dan akibat. Rendahnya faktor-faktor di atas menyebabkan rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Rendahnya aktivitas ekonomi yang dapat dilakukan berakibat terhadap rendahnya produktivitas dan pendapatan yang diterima, pada urutannya pendapatan tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimum yang menyebabkan terjadinya proses kemiskinan.nelayan yaitu suatu masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama adalah memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) yang terdapat di dalam lautan, baik itu berupa ikan, udang, rumput laut, kerang-kerangan, terumbu karang dan hasil kekayaan laut lainnya. 

        Masyarakat nelayan pesisir kabupaten buru Selatan memiliki karakteristik khusus yang membedakan mereka dari masyarakat lainnya, yaitu karakteristik yang terbentuk dari kehidupan di lautan yang sangat keras dan penuh dengan resiko, terutama resiko yang berasal dari faktor alam. Wilayah pesisir diketahui memiliki karakteristik yang unik dan memiliki keragaman potensi sumberdaya alam, baik hayati maupun non-hayati yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, laju pertambahan jumlah nelayan di Indonesia sangat pesat. Hal ini disebabkan, hasil perikanan laut merupakan sumberdaya yang besar. Namun banyak juga kendala yang dialami oleh para nelayan, sehingga hasil tangkapan yang didapat hanya sedikit. Kondisi seperti ini yang mengakibatkan nelayan menjadi miskin. Peningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan hakikat pembangunan nasional. Tingkat kesejahteraan masyarakat ini mencerminkan kualitas hidup dari sebuah keluarga  dengan tingkat kesejahteraan yang  lebih tinggi berarti memiliki kualitas hidup yang lebih baik, sehingga pada akhirnya keluarga tersebut mampu untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. 

Sumber Nafkah Masyarakat Nelayan di Kabupaten Bursel 

Kehidupan masyarakat nelayan pada umumnya tergantung pada kondisi cuaca yang secara langsung berpengaruh terhadap jumlah pendapatan. Pada saat musim ombak besar di peraian maluku, sangat tidak memungkinkan bagi para nelayan untuk pergi melaut. Hal ini disebabkan karena semua fasilitas yang digunakan masih tergolong tradisional. Selain dari faktor resiko ombak besar tentunya berpengaruh pada penurunan hasil yang ditangkap. Pada masa inilah nelayan mencari alternatif pendapatan untuk melangsungkan hidup keluarga. Strategi nafkah rumah tangga di Masyarakat nelayan kabupaten buru Selatan ini akan dibagi menjadi dua macam tipe strategi yaitu meliputi strategi on farm (pendapatan yang dihasilkan dari mata pencaharian utama sebagai nelayan), strategi off farm (pendapatan yang didapatkan dari hasil pekerjaan sampingan seperti petani, buruh tani, pedagang, pembudidaya, petambak) Nelayan di pesisir kabupaten buru Selatan yang memiliki profesi sebagai nelayan banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja di laut. Selebihnya, waktu santai digunakan untuk berkumpul dengan keluarga dan berinteraksi dengan para tetangga untuk sekedar berbincang-bincang saja. Mayoritas nelayan pesisir di kabupaten buru Selatan pergi melaut dengan menggunakan alat tangkap yang cukup sederhana dengan perlengkapan seadanya pula. Sehingga strategi sumber nafkah yang kedua yaitu profesi sampingan sebagai seorang nelayan, selain faktor cuaca yang menyebabkan hasil tangkapan yang tak menentu memaksa Masyarakat nelayan pesisir buru selatan untuk mencari alternatif pekerjaan lainnya, seperti sebagai petani. Walaupun demikian pedapatan sebagai petani juga tidak menentu tergantung pada musim,. Begitu banyak dari nelayan di kabupaten buru Selatan memiliki pekerjaan sampingan sebagai alternatif untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka, seperti memiliki usaha budidaya rumput laut, petani, serta pedagang. Ada juga yang melakukan migrasi ke kabupaten halting ( weda ) untuk mencari nafkah sebagai buruh pertambangan nikel, yang sebagian besar pelaku utamanya adalah laki-laki. Hal itu disebabkan karena terkadang pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan sampingan mereka bisa melebihi dari pendapatan sebagai seorang nelayan ketika melaut, ini menunjukan selama kabupaten buru Selatan di mekarkan dan berusia 17 tahun pemda tidak mampu merancang stategi untuk menuntaskan kemiskinan Masyarakat pesisir kabupaten buru Selatan. 

Pendapatan Masyarakat Nelayan Kabupaten buru Selatan 

   Berkurangnya hasil tangkapan akan mempengaruhi pendapatan rumah tangga nelayan. Kebutuhan rumah tangga yang setiap hari meningkat, tidak bisa diimbangi dengan pendapatan hasil laut yang bergantung terhadap musim. Keadaan tersebut dapat mengancam tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan.Keseharian rumah tangga nelayan di Pesisir Kabupaten Buru Selatan tidak hanya kepala keluarga saja yang bekerja, tetapi istri juga turut andil dalam pendapatan rumah tangga. Hal ini dilakukan karena pendapatan suami terkadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Sebagian besar rumah tangga nelayan memiliki pekerjaan sampingan dalam menunjang kebutuhan keluarga. Tingkat kesejahteraan keluarga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdiri dari faktor ekonomi dan non-ekonomi.     

    Faktor ekonomi biasanya berkaitan dengan kemampuan keluarga dalam memperoleh pendapatan. Keluarga yang memiliki pendapatan rendah dikatakan keluarga tidak sejahtera (miskin). Secara umum kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari aspek ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan. Masyarakat yang memiliki rata-rata pengeluaran/pendapatan perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan disebut masyarakat miskin.

Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nelayan Kabupaten buru Selatan 

Secara umum, kemiskinan masyarakat pesisir disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat, antara lain kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, infrastruktur. Di samping itu, kurangnya kesempatan berusaha, kurangnya akses terhadap informasi, teknologi dan permodalan, budaya dan gaya hidup yang cenderung boros, menyebabkan posisi tawar masyarakat miskin semakin lemah. Pada saat yang sama, kebijakan Pemerintah selama ini kurang berpihak pada masyarakat pesisir sebagai salah satu pemangku kepentingan di wilayah pesisir.

Kemiskinan Masyarakat Pesisir Kabupaten Buru Selatan ditandai oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh, karena perekonomian masyarakat disana sangat menggantungkan hasil tangkapan laut. pada saat musim angin dan ombak besar tidak jarang para nelayan pulang hanya dengan tangan kosong, sedangkan pada saat cuaca mendukung para nelayan harus bersaing dalam perebutan sumberdaya laut, sehingga pemenuhan standar hidup layak sangat sulit untuk dicapai

Strategi Pengentasan Kemiskinan pada wilayah pesisir kabupaten buru Selatan 

      Sudah sejak lama kemiskinan dipercaya sebagai sumber utama kesusahan di masyarakat, seperi munculnya penyakit, keterbelakangan mental, kekurangan nutrisi, bahkan terjadinya konflik. Tak mengherankan jika dengan semakin berkembangnya peradaban manusia, dan semakin meningkatnya kesadaran manusia akan pentingnya kesamaan harkat dan martabat manusia, telah menjadikan fenomena kemiskinan sebagai suatu permasalahan yang banyak mendapatkan perhatian lebih.

        Sehingga strategi kebijakan pemerintah daerah dalam penanggulangan kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Buru Selatan harusnya di lihat dari aspek Ekonomi sosial dan SDA sehingga menciptakan kebijakan yang pro terhadap Masyarakat. Sehingga seharusnya strategi yang di ambil adalah.

· Strategi Ekonomi

 Pengembangan Usaha Perikanan: Meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengelola usaha perikanan, seperti pembudidayaan ikan, kerang, dan lain-lain.

 Pemasaran Hasil Laut: Membantu nelayan memasarkan hasil laut mereka ke pasar yang lebih luas, sehingga meningkatkan pendapatan.

Kredit Usaha: Menyediakan kredit usaha yang mudah diakses oleh nelayan untuk membiayai usaha mereka.

· Strategi Sosial

Pendidikan dan Pelatihan: Menyediakan pendidikan dan pelatihan untuk nelayan dan keluarga mereka, sehingga meningkatkan kemampuan dan kesadaran mereka, .kegagalan pemerintahan berapa tahun terakhir menjadikan persoalan persoalan sosial yang tak selesai. 

Kesehatan dan Gizi: Meningkatkan akses ke layanan kesehatan dan gizi yang baik untuk nelayan dan keluarga mereka.

Perlindungan Sosial: Menyediakan perlindungan sosial bagi nelayan dan keluarga mereka, seperti asuransi kesehatan dan bantuan sosial.

· Stategi Lingkungan

Pengelolaan Sumber Daya Alam: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Pengurangan Dampak Lingkungan: Meningkatkan kesadaran dan kemampuan nelayan dalam mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan perikanan.

Pengembangan Ekowisata: Mengembangkan ekowisata di daerah pesisir untuk meningkatkan pendapatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan.

· Solusi Pemerintahan

Pengembangan Kebijakan: Mengembangkan kebijakan yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pengawasan dan Pengendalian: Meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan perikanan untuk mencegah overfishing dan kerusakan lingkungan.

Pengembangan Infrastruktur: Mengembangkan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dan sekaligus penyedian akses perhubungan laut. Antar pulau di buru Selatan. 

       Dengan implementasi Strategi tersebut, ini menjadi tugas besar pemerintahan baru yang nantinya memimpin kabupaten buru selatan diharapkan kemiskinan masyarakat pesisir Buru Selatan dapat dituntaskan dan kesejahteraan mereka dapat meningkat. Masyarakat nelayan kabupaten buru Selatan di katakan belum sejahtera menurut kriteria garis kemiskinan dengan menggunakan standart World Bank, sedangkan menurut kriteria garis kemiskinan BPS baik ,masyarakat sudah dikatakan sejahtera.artinya ini ada benturan data padahal realita lapangan garis kemiskinan bis akita lihat kehidupan saat ini,  Penyebab kemiskinan yang dialami oleh Masyarakat Kabupaten buru Selatan disebabkan oleh tidak menentunya pendapatan yang diperoleh. Karena perekonomian masyarakat sangat bergantung pada hasil tangkapan laut, sehingga rendahanya pendapatan yang diperoleh ini menjadi tugas besar pemerintahan baru untuk meningakatkan pertumbuhan ekonomi lebih baik. 

Posting Komentar

0 Komentar