CatatanNasional.com, Makassar - Banyak partai baru yang akan ikut berkompetisi pada pemilu 2024 nanti memunculkan banyak spekulasi di tengah-tengah masyarakat. Hal ini kemudian menjadi tantangan bagi para deklarator partai baru untuk meraih simpatik dari masyarakat sebagai pemilik suara.
Secara terpisah, Syarifuddin Daeng Punna ketika dihubungi awak media menyebutkan bahwa sejauh ini namanya memang disebut-sebut ikut bergabung dalam barisan salah satu partai baru, akan tetapi pria yang akrab disapa SAdAP ini menampik hal itu.
"Saya tidak pernah terlibat apalagi masuk dalam kepengurusan partai-partai yang baru didirikan," tegasnya.
"Orang boleh berasumsi, menilai dan lain-lain tapi yang memutuskan adalah saya pribadi," cetusnya.
Menurut SAdAP, partai-partai baru itu harus punya 4 variabel pendukung agar dapat menjadi partai yang kuat dan prospeknya bagus, sebagaimana dizaman Nabi ke-empat sahabat nabi yang merupakan pewaris tahta khulafaul rasyidin yakni Abu Bakar, Usman Bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Umar Bin Khattab adalah representatif dari kekuatan politik Islam dikala itu. Abu Bakar dikenal dengan kharismatiknya, Ustman dikenal sebagai sosok penyandang dana yang semua hartanya digunakan untuk perjuangan dalam menyebarkan Islam, Ali Bin Abi Thalib seorang konseptor dan pemikir yang cerdas dan Umar Bin Khattab sebagai eksekutor yang sangat disegani karena ketegasannya dalam menegakkan amar maruf nahi mungkar. Kalau kemudian partai-partai baru ingin menjadi partai yang diperhitungkan maka konsep khulafaul rasyidin dapat diikuti.
Partai baru harus memiliki tokoh sentral, selain itu harus kuat secara finansial untuk mendanai setiap kegiatan partai yang telah dibentuk dari tingkat pusat hingga daerah kabupaten/kota, harus ada konseptor yang benar-benar memahami kerja-kerja politik, dan tentu punya eksekutor yang tegas dalam menjalankan roda organisasi partai.
"Bukan berarti saya meragukan partai-partai yang baru ini, akan tetapi belajar dari pengalaman saya yang pernah terlibat dalam mendirikan partai politik maka memang sulit jika hanya mengandalkan satu figur saja tanpa didukung finansial, konseptor yang handal dan eksekutor," ungkapnya.
"Untuk saat ini saya telah bergabung dengan salah satu partai politik yang ada dalam pemerintahan saat ini, suatu saat sahabat-sahabat akan tahu partai apa dan tujuan saya berpartai kedepannya seperti apa," tutup SAdAP.
0 Komentar