CatatanNasional.com - Beberapa hari ini beredar video menteri sosial Tri Rismaharini dan viral. Dalam video tersebut terlihat Risma sedang memarahi bawahannya yang merupakan pegawai PKH. Sontak hal ini menuai banyak sorotan dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Syarifuddin Daeng Punna, tokoh masyarakat sulsel yang ada di Jakarta. Menurutnya sikap Risma ini tidak patut dijadikan contoh, bukan sikap negarawan. ini pelajaran bagi pejabat negara agar tidak mengedepankan egonya dalam bersikap.
Perlu diketahui bahwa mereka yang anda marahi dan membentaknya di depan umum tidak dihidupi oleh anda, jadi hargailah mereka dengan cara-cara yang manusiawi, bukan dengan cara yang memalukan, apalagi anda sebagai seorang pejabat yang seharusnya mengayomi bawahan serta membimbing mereka jika ada kesalahan, ucap pria yang akrab disapa SAdAP ini.
Selama ini saya kagumi ibu Risma, namun dengan adanya sikap semena-menanya, maka saya meminta kepada Pak Jokowi agar mengevaluasi dan mencopotnya, karena jelas mencoreng wibawa pemerintahan pak Jokowi yang dikenal dekat dengan rakyat, tambahnya.
Sikap Risma ini cerminan pejabat arogan, tempramen dan seenaknya saja memperlakukan orang, entah karena motif profesional atau ada keinginan untuk viral bahwa anda menteri yang tegas. Anda telah salah menempatkannya, yang anda bentak itu pegawai rendahan yang mungkin gajinya tidak seberapa jika dibandingkan dengan gaji anda sebagai seorang menteri dan belum tentu anda dapat bekerja tanpa bantuan dari bawahan anda, terang SAdAP.
Perlu Ibu Risma Ketahui bahwa Karakter orang timur beda dengan karakter daerah lain, pendekatan yang digunakan juga beda. Seorang kepala daerah pun tidak boleh melakukan hal seperti itu, karena menjadi pemimpin itu harus peka, apalagi anda adalah menteri sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sikap anda ini telah mencederai nilai-nilai manusia yang seharusnya dimanusiakan.
Olehnya itu, saya menyarankan agar ibu Risma ini belajar tentang kepribadian dan karakter pemimpin yang bijak dalam mengambil sikap. Belajarlah dari kepribadian Pak Jokowi, tenang, santun, dan bijaksana, itulah pemimpin. Bukan malah seenaknya merendahkan martabat orang lain di depan orang banyak, kesalahan apapun yang dilakukan oleh bawahan janganlah diperlakukan seperti itu karena bukan anda yang menghidupi mereka dan keluarganya, jusrtu anda yang dihidupi, digaji oleh rakyat indonesia. Selaku bawahan presiden anda kan bisa melakukan koordinasi kepada Gubernur atau walikota agar mengevaluasi kinerja pegawai yang bertugas di bawah naungan anda itu. Ini juga pelajaran kepada elit politik agar kedepannya jika menjadi pemimpin agar memberi contoh yang baik, jangan mentang mentang pejabat seenaknya menginjak-injak hatkat dan martabat manusia.
"Sebagai perempuan, sikap anda seharusnya lembut, contohilah Puan maharani dan Khofifah Indar Parawansa, mereka adalah perempuan-perempuan hebat yang penuh kelembutan, bekerja untuk rakyat tanpa menyakiti perasaan rakyat," tutup SAdAP.
0 Komentar