Kepulauan Nias Menjadi Pulau Impian ? Ini yang Perlu Dibenahi Menurut Disiplin F Manao

Sumber/mataberita.co.id

Catatan Nasional | Rakernas HIMNI ke VI bertemakan Transformasi Nias Menuju Nias Pulau Impian dilaksanakan pada 16 Oktober 2021 di Aston Pluit Hotel Jakarta. Kamis (14/10/2021) 

Rakernas tersebut dilakukan secara terbatas dengan memaksimalkan penggunaan teknologi secara virtual. Sedangkan untuk peserta dan tamu undangan yang menghadiri secara langsung (offline) wajib menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sesuai imbauan pemerintah.

Menurut Disiplin F Manao, selaku Dewan Penasehat HIMNI sekaligus ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Fornisel menyampaikan bahwa langkah HIMNI sebagai upaya menggelorakan seamangat gotong royong untuk membenahi Kepulauan Nias  

"langkah HIMNI ini bagus karena bisa menjadi langkah untuk kembali menggelorakan semangat gotong royong dan kerja sama membenahi Kepni terutama Pemerintah Daerah (Pemda)” tuturnya.

“Nah, saya kira. Rakernas ini juga sangat bagus ya kalau melihat temanya itu kan Transformasi Nias menuju Nias Pulau Impian. Hal ini terkait dengan perlunya pembenahan berbagai sektor utamanya pertanian perkebunan, perikanan dan pariwisata. Sebab Nias menjadi impian ketika pembangunan SDMnya itu betul – betul ditangani secara baik. Sehingga dengan SDM, dengan kemampuan, dengan kapasitas keterampilan yang baik didukung oleh sarana prasarana yang secara teknologi itu menengah dan tinggi maka sektor utama itu akan menjadi impian,” kata Disiplin F. Manao.

Hakim Tinggi PTTUN itu juga menjelaskan bahwa sektor pertanian perkebunan, perikanan dan pariwisata bisa menjadi impian juga dibarengi dengan sektor lainnya dan dapat mendatangkan pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya Kepni.

“Pertanian Perkebunan di Nias itu menjadi impian, perikanan di Nias itu menjadi impian dan pariwisata di Nias itu menjadi impian. Lalu pendidikan di Nias itu menjadi impian ketika ini dikelola dengan sungguh – sungguh, dengan rasa syukur,” jelasnya.

“Supaya Nias betul – betul menjadi Pulau Impian, pulau yang didambakan orang. Sekarang mohon maaf, apapun yang dimakan oleh orang Nias itu didatangkan dari Sibolga. Apa itu impian? Yok kita bertransformasi, bergerak, berubah. Maka potensi yang dirasa tertidur bisa dikelola dengan sungguh – sungguh, dengan teknologi, dengan cerdas. Hemat saya, Pemda dan Pemerintah Pusat harus terlibat. Bagaimana misalnya membangun sarana jalan ring road Nia situ. Saya pernah ke Pulau Lombok. Itu Pulau Lombok 4 jalur ring roadnya itu luar biasa,” ucapnya.

Disiplin F Manao panggilan akrabnya DFM pun ini juga mengatakan bahwa adanya pembangunan yang baik bisa dikerjakan jika disediakan dana dari Pemerintah Pusat. Tapi itu bisa dikerjakan karena ada dana dari pusat. Lalu pembangunan infrastruktur yang lain seperti pelabuhan, bandara Binaka itu tidak tahu sampai kapan tidak dikembangkan. Terlebih – lebih pembangunan lapangan di Silambo, Nias Selatan, mangkrak. Bagaimana menjadi impian? Jujur memang kalau dari segi transportasi, kalau pusat kebudayaan itu ada di Nias Selatan, orang kalau mendarat di Binaka itu agak sulit,” katanya.

“Tapi kalau tersedia bandara di Silambo itu akan memudahkan bagi orang datang ke Nias. Jangan lupa air bersih di Nias juga barang mahal. Karena tidak dikelola secara right. Nias akan menjadi impian kalau itu semua sudah tertangani dengan baik. Listriknya sudah ok sekarang dengan tenaga diesel. Walaupun itu masih juga kadang – kadang mati hidup. Nah yang menyedihkan, mohon maaf, ini internetnya bukan lagi lemot tapi lemot mot mot mot. Dan itu sangat merugikan kepentingan rakyat. Banyak mahasiswa Nias sekarang ini belajar, ada yang di Padjajaran, ITB, IPB dan berbagai Perguruan Tinggi terkemuka di  Indonesia,” imbuh Disiplin F. Manao.

Disiplin F. Manao pun menekankan pentingnya perbaikan akses jaringan internet di Kepni. Sebab tak sedikit mahasiswa disana mengalami kendala internet saat proses belajar. Tapi karena masih ada Covid-19, mereka belajar secara online. Ada juga keponakan saya belajar di Nias secara online. Tapi kasihan, mereka itu tidak bisa maksimal menjalankan kuliah. Boro – boro kuliah secara online, kadang – kadang saja kita telpon kalau di Nias itu, ya ampun, pilih – pilih daerahnya. 2 meter maju oh kuat, e kiri sedikit hilang. Nah, menurut saya ini Pemda khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika harus memperhatikan,” ungkapnya.

“Jangan sampai malu kita. Kita gadang – gadang Nias Pulau Impian. Datang kesana ya internetnya lemot, kan tentu perlu kerjasama dengan provider. Ya artinya pandai – pandailah Pemda agar provider – provider itu membangun menara – menara untuk menguatkan signal di Nias itu. Apa pemecahnya tadi? Ada beberapa keponakan saya, saya suruh saja ke Jakarta. Termasuk ini nanti satu lagi karena sudah mau mid semester, tapi perkuliahan onlinenya tidak nyambung. Kenapa? Itu tadi muter terus, buffering terus. Itu masalah besar di Nias secara keseluruhan,” lanjut suami dari Kepala Divisi Administrasi (Kadivmin) Sorta Delima Lumban Tobing.

Pria berdarah Nias menegaskan bahwa jangan sampai terkesan adanya monopoli menyusahkan masyarakat dalam hal jaringan baik telpon dan internet apalagi di Nias Selatan. Kalau bukan Telkomsel, selesai. XL, selesai. Indosat, apa lagi. 

Maka, menurut saya, supaya ada persaingan yang sehat, buka saja krannya. Siapa saja providernya buka saja, kasih kesempatan. Supaya bertarung untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sekarang ini terkesan Telkomsel jadi monopoli di Nias Selatan. Kalau di Nias induk ada Telkomsel, ada Indosa sehingga mereka bertarung pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

“Sekarang Asia Pasifik sudah bicara teknologi 5G, Indonesia 4G, Nias tidak tahu G berapa? Karena saya hampir 2 kali dalam setahun pulang ke Nias. Masalah ini tolong Pemda yang kusayangi, respon dong. Kalau bukan sekarang, siapa lagi? Mari kita kerjasama dan gotong royong, bersama kita pasti bisa maju, bersaing dan bertarung dengan daerah lain. Sehingga Nias yang katanya daerah terluar, tertinggal, termiskin ayo kita transformasi menjadi kaya, pintar maju gitu. Tentu butuh juga komitmen pimpinan untuk maju bersama,” tukas Disiplin F. Manao.

Sumber : Mataberita.co.id

Posting Komentar

0 Komentar